Sabtu, 29 Oktober 2011

Sahabat

Puisi ini ditulis oleh seorang sahabat saat masih SMA dulu.
Seorang sahabat yang membuatku lebih dewasa & bijak.
Puisi ini membantuku bertahan melewati saat-saat sulit.
Persahabatan adalah kesetiaan
Persahabatan adalah pengorbanan
dan Persahabatan adalah keinginan tuk slalu berbagi suka maupun duka.

Ketika kau sedih,
aku akan menghapus air matamu
Ketika kau gentar, aku akan menghapus ketakutanmu
Ketika kau cemas, aku akan memberimu harapan.
Ketika kau nyaris menyerah, aku akan membantumu bertahan
Ketika kau tersesat & tak bisa melihat terang, aku akan menjadi lenteramu bersinar benderang.
Inilah janji yang ku ikrarkan sampai akhir
Kau mungkin bertanya "Mengapa?"
Karena kau
SAHABATKU....

Puisi ini menjadi sumber inspirasiku
Trimakasi sobat, semoga kebersamaan, persahabatan, persaudaraan kita senantiasa indah...

U won't be sorry at all

Siapapun dia pasti akan kembali pada sang Pencipta. Kita tidak dapat memiliki orang yang kita cintai untuk selamanya. Suatu saat nanti kita pasti akan kehilangan orang yang kita cintai, karena semua yang datang pasti akan pergi dan semua yang bertemu pasti akan berpisah.

Kehilangan seseorang sebenarnya bukanlah suatu hal yang mendorong kita untuk semakin penuh dan larut dalam kesedihan, melainkan mendorong kita untuk semakin kuat mengarungi kehidupan, agar kita bisa membuat orang-orang yang telah pergi darikehidupan kita merasa bangga.

Dan ingatlah...
Walaupun orang-orang yang kita cintai sudah pergi, yakinlah bahwa mereka akan selalu hidup di hatimu dan yakinlah mereka akan selalu mengingat kita dengan cara mereka sendiri
Jangan jadikan ketakutan akan rasa kehilangan sebagai halangan untuk mencapai kebahagiaan kamu...
jangan menghindari orang-orang yang dekat dengan kamu hanya karena kamu takut kehilangan mereka. Hal terbaik yang bisa kamu lakukan ketika orang-orang yang kamu cintai masih ada di sisimu adalah membuat sebanyak mungkin kenangan bersama mereka.
So' U wont be sorry at all.

Dan ketahuilah...
Kita tidak akan pernah kehilangan seseorang kecuali bila kita melupakannya.
Kita akan selalu bersamanya selama kita masih membiarkan hidup dalam hati dan pikiran kita...


(Catatan ini ditulis 4 tahun yang lalu, terkhusus untuk seseorang yang telah terbaring kaku di bawah timbunan tanah.....*La ode Toni djudelma Idris*)