Suatu hari nanti, SAAT SEMUA TELAH MENJADI MASA LALU aku ingin ada diantara mereka, Yang beralaskan di atas permadani sambil bercengkerama dengan tetangganya, Saling bercerita tentang apa yang telah dilakukannya di masa lalu, Hingga mereka mendapat anugerah itu.
”Duhai kawan, dulu aku miskin dan menderita, namun aku tetap berusaha senantiasa bersyukur dan bersabar. Dan ternyata, derita itu hanya sekejap saja dan cuma seujung kuku, di banding segala nikmat yang ku terima di sini.”
”Wahai kawan, dulu aku membuat dosa sepenuh bumi, namun aku bertobat dan tak mengulangi lagi hingga maut menghampiri. Dan ternyata, ampunan-Nya seluas alam raya, hingga sekarang aku berbahagia.”
Suatu hari nanti, KETIKA SEMUA TELAH MENJADI MASA LALU, aku tak ingin ada di antara mereka, yang berpeluh darah dan berkeluh kesah, andai di masa lalu mereka adalah tanah saja.
”Duhai! Harta yang dahulu ku kumpulkan sepenuh raga, ilmu yang ku kejar setinggi langit, kini hanyalah masa lalu yang tak berarti. Mengapa dulu tak ku buat menjadi amal jariah yang dapat menyelamatkan ku kini?”
”Duhai! nestapa, kecewa, dan luka yang dulu ku jalani, ternyata hanya sekejap saja dibanding sengsara yang harus ku arungi kini. Mengapa aku dulu tak sanggup bersabar meski hanya sedikit jua?”
“Pada hari kiamat didatangkan orang yang paling nikmat hidupnya sewaktu di dunia dari penghuni neraka. Lalu ia dicelupkan ke dalam neraka sejenak. Kemudian ia ditanya: ”Hai anak Adam, pernahkah kamu melihat suatu kebaikan, pernahkah kamu merasakan suatu kenikmatan?” Maka ia menjawab: ”Tidak, demi Allah, ya Rabb.” Dan didatangkan orang yang paling menderita sewaktu hidup di dunia dari penghuni surga. Lalu ia dicelupkan ke dalam surga sejenak. Kemudian ditanya: ”Hai anak Adam, pernahkah kamu melihat suatu kesulitan, pernahkah kamu merasakan suatu kesengsaraan?” Maka ia menjawab: ”Tidak, demi Allah, ya Rabb. Aku tidak pernah merasakan kesulitan apapun dan aku tidak pernah melihat kesengsaraan apapun.” (HR.Muslim 5018)
Sabtu, 24 Desember 2011
Jumat, 16 Desember 2011
Asa
Embun putih menyelimuti pagi
menyapa lembut hijaunya dedaunan
menggeliatkan aroma kebugaran
menepis kelelahan semalam...
mata dibuka, kantuk dipejam
impuls dinamika mulai menjalar
detak rencana baris berjajar
menggelitikkan semangat
kaki melangkah, tangan tergerak
memutar keran rencana
satu demi satu tersusun sudah
sambil duduk menikmati sarapan
kumulai lagi hari ini ... ya Rabb
dengan semangat, ridho dan cinta
semoga karenaMu dengan penuh harap
tuk menimba makna kekekalan
menyapa lembut hijaunya dedaunan
menggeliatkan aroma kebugaran
menepis kelelahan semalam...
mata dibuka, kantuk dipejam
impuls dinamika mulai menjalar
detak rencana baris berjajar
menggelitikkan semangat
kaki melangkah, tangan tergerak
memutar keran rencana
satu demi satu tersusun sudah
sambil duduk menikmati sarapan
kumulai lagi hari ini ... ya Rabb
dengan semangat, ridho dan cinta
semoga karenaMu dengan penuh harap
tuk menimba makna kekekalan
Selasa, 13 Desember 2011
Cinta adalah titipan
Ketika Alloh menitipkan cinta pada kita,
Kita tidak bisa memilih kepada siapa kita ingin mencinta,
Pun tak kuasa menolak cinta yang datang, karena cinta adalah titipan….
Dan ketika saatnya tiba……
Alloh akan menguji titipan Nya,
Menguji cinta yang Dia titipkan kepada kita,
Menguji timbangan cinta kita pada Nya dan pada kekasih fana kita…
Ketika saatnya tiba…
Alloh akan menguji seberapa kuat ikatan cinta itu..
Dan mungkin akan Dia datangkan cinta-cinta lain..
Sekedar memastikan apakah cinta yang Dia titipkan
tak berkurang kekuatannya…
Dan akankan manusia siap mengembalikan titipan itu..
Saat waktunya tiba…
Kita tidak bisa memilih kepada siapa kita ingin mencinta,
Pun tak kuasa menolak cinta yang datang, karena cinta adalah titipan….
Dan ketika saatnya tiba……
Alloh akan menguji titipan Nya,
Menguji cinta yang Dia titipkan kepada kita,
Menguji timbangan cinta kita pada Nya dan pada kekasih fana kita…
Ketika saatnya tiba…
Alloh akan menguji seberapa kuat ikatan cinta itu..
Dan mungkin akan Dia datangkan cinta-cinta lain..
Sekedar memastikan apakah cinta yang Dia titipkan
tak berkurang kekuatannya…
Dan akankan manusia siap mengembalikan titipan itu..
Saat waktunya tiba…
Kamis, 08 Desember 2011
Hm....
Seperti hari-hari kemarin
Subuh adalah upacara embun yang menetes di setiap
Pohon-pohon, kerikil, batu-batu, rumput-rumput
Detik-detik dunia menunggu matahari menetas
Dari rahim timur, menyeka sisa gelap
... Menyeka cakrawala yang membumbung tinggi
Dunia masih tertidur lelap
Tak ada yang menggeliat
Disetiap sudut waktu, disetiap kelokan detik yang tajam
Tetes embun menetes perlahan
Rumput-rumput, pohon-pohon baru keramas
Membangunkan mata yang tertidur lelap
Seperti hari-hari kemarin
Subuh adalah jiwa yang terbasuh sukma yang basah
Roh yang terbilas dari lendir cuaca yang ditinggalkan malam…
Subuh adalah perawan
Kesuciannya dirayakan kokok ayam
Satu tanda hari segera bersalin
Bahwa setiap napas masih berdesir untuk sejarah lain
Subuh adalah upacara embun yang menetes di setiap
Pohon-pohon, kerikil, batu-batu, rumput-rumput
Detik-detik dunia menunggu matahari menetas
Dari rahim timur, menyeka sisa gelap
... Menyeka cakrawala yang membumbung tinggi
Dunia masih tertidur lelap
Tak ada yang menggeliat
Disetiap sudut waktu, disetiap kelokan detik yang tajam
Tetes embun menetes perlahan
Rumput-rumput, pohon-pohon baru keramas
Membangunkan mata yang tertidur lelap
Seperti hari-hari kemarin
Subuh adalah jiwa yang terbasuh sukma yang basah
Roh yang terbilas dari lendir cuaca yang ditinggalkan malam…
Subuh adalah perawan
Kesuciannya dirayakan kokok ayam
Satu tanda hari segera bersalin
Bahwa setiap napas masih berdesir untuk sejarah lain
Langganan:
Komentar (Atom)
