Kamis, 08 Desember 2011

Hm....

Seperti hari-hari kemarin
Subuh adalah upacara embun yang menetes di setiap
Pohon-pohon, kerikil, batu-batu, rumput-rumput
Detik-detik dunia menunggu matahari menetas
Dari rahim timur, menyeka sisa gelap
... Menyeka cakrawala yang membumbung tinggi
Dunia masih tertidur lelap
Tak ada yang menggeliat
Disetiap sudut waktu, disetiap kelokan detik yang tajam
Tetes embun menetes perlahan
Rumput-rumput, pohon-pohon baru keramas
Membangunkan mata yang tertidur lelap
Seperti hari-hari kemarin
Subuh adalah jiwa yang terbasuh sukma yang basah
Roh yang terbilas dari lendir cuaca yang ditinggalkan malam…
Subuh adalah perawan
Kesuciannya dirayakan kokok ayam
Satu tanda hari segera bersalin
Bahwa setiap napas masih berdesir untuk sejarah lain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar