Bismillahirrohmanirrohim
Menjumpai
Saudaraku
Di Bumi perjuangan Allah
Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Segala puji bagi Allah semata, yang berfirman dalam KitabNya (Q.S. Thoha :82) “Dan sesungguhnya Aku Maha pengampun bagi orang-orang yang bertaubat, beriman, beramal soleh kemudian tetap istiqomah di jalan yang benar”. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad sholallahu’alaihi wassalam, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti beliau hingga akhir zaman. Rosulullah bersabda : “ Sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang mengakui kesalahannya dan bertaubat kepada Allah”. Dalam hadits yang lain Beliau bersabda :”Orang yang bertaubat dari dosanya ibarat orang yang tidak memiliki dosa”.
Wahai saudaraku muslim yang ku kenal
Wahai saudaraku yang mencari jalan hidayah
Engkau adalah sebaik-baik umat yang dikeluarkan atas manusia. Dalam dirimu terdapat fitroh yang bersih yang jika suatu saat engkau lengah, ia akan bangkit dan mengingatkanmu untuk kembali pada taman ketaatan kepada Allah. Inilah tanda bagi terbukanya jalan hidayah. Saya nasihatkan bertaubatlah kepada Allah dari kemaksiatan. kembalilah kepada Dzat yang Maha pengasih, penjarakan maksiat itu dengan sebenar-benarnya.
Saudaraku
Maafkanlah saya jika engkau menjumpai kekasaran dalam surat ini. Ia tak lebih adalah nasihat yang keluar dari hati yang mengasihi dirimu. Mudah-mudahan dengan pertolongan Allah, engkau akan menemukan penawar dan jalan keluar di dalamnya jika engkau bersungguh-sungguh.
Wahai saudaraku
Betapa kemurahan dan rahmat Allah kepada kita semua. Kita berbuat dosa lalu Dia mengampuni, kita bermaksiat dan Dia mengasihi. Kepada kita semua karuniaNya dicurahkan, tetapi keburukan yang senantiasa kita persembahkan, kenikmatan yang selalu kita lupa syukuri, perintah yang selalu kita abaikan. Bukankah demikian ya akhi? Allah terlalu baik untuk kita maksiati. Dan harusnya kita merasa malu terhadap perbuatan yang kita kerjakan.
Wahai saudaraku
Biarkanlah saya menyembunyikan sebagian dari kesedihan dan kepiluan untuk mengingatkanmu. Saya prihatin dengan perubahan dan banyak hal yang menyedihkan darimu. Adikku, izinkanlah saya mengatakan bahwa sesungguhnya engkau telah melemparkan dirimu pada jalan yang penuh keraguan yang justru diarahkan oleh kakimu sendiri saat engkau meremehkan perintah Allah dan menganggap biasa dengan kemaksiatan. Tidakkah engkau bersedih karenanya? Ketahuilah saudaraku, ini adalah pengaruh dosa, orang yang berbuat maksiat kepada Allah tidak akan tenang hidupnya kecuali bila hatinya telah dibutakan.
Saudaraku
Apakah engkau sadar apa yang telah kau lakukan? Dengan tetap menuruti perasaanmu untuk berubah seperti itu sama saja kau menjerumuskan dirimu dalam kemaksiatan. Seorang hamba tidak akan menjadi seorang yang sempurna hingga ia lebih mendahulukan hak Allah dari syahwatnya. Sadarlah wahai saudaraku, ajaran islam yang hanif melarang manusia untuk membinasakan dirinya dengan cara dan alasan apapun. Memasung diri sampai berpacaran bahkan berdua-duaan dengan orang yang jelek agamanya dan menganggapnya sebagai suatu hal yang biasa adalah perbuatan tercelah yang tidak seirama dengan akhlak dan sunnah nabi. Kau jangan termakan dengan rayuan gombal wanita yang salah, keliru dan menyimpang itu!!
Saudara yang kucintai karena Allah
Ku tau saat-saat sulit sedang kau jalani. Ku tau kau mengalami dilema. Namun sangat disayangkan kau yang ku kenal tidak bijak menyikapi masalah. Engkau lebih percaya apa yang ada ditanganmu sendiri daripada apa yang ada di tangan Allah. Itulah kelemahan terbesarmu. Engkau pandai bersilat lidah dan entahlah sudah berapa banyak orang yang telah kau bohongi. Ingatlah Allah tidak pernah lalai dari apa yang kita kerjakan. Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui. Sekarang lihatlah seperti apa dirimu? Kau tidak menyelesaikan masalah justru menambahnya. Kau tidak siap menerima kenyataan pahit yang justru menyelamatkanmu. Sebaliknya kau melarikan diri dan bersembunyi di balik jeruji besi yang justru memenjarakanmu. Kau jangan jadi pecundang. Jangan kau jadi pengkhianat!! Jadilah kau seorang lelaki sejati yang tidak kalah oleh perasaan, karena sebagian perasaan itu datangnya dari nafsu yang mengajak kepada dosa.. Renungkanlah…!
Wahai saudaraku yang ku kenal
Tidaklah Allah menurunkan penyakit melainkan ada obatnya. Oleh karena itu saya menyarankan agar engkau banyak-banyak berpuasa dan menundukkan pandangan, sebab pandangan mata merupakan anak panah beracun yang dilemparkan iblis ke dalam hati-hati manusia. Barang siapa yang mengumbar dan membiarkan pandangan matanya, dia akan mendapatkan penyesalan yang berabad-abad. Dengan menundukkan pandangan, hati akan bersinar sebagaimana Allah berfirman yang artinya : Katakanlah kepada laki-laki yang beriman “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya ; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat” [Q.S. An-Nur : 30]. Manusia yang berakal tentunya akan memilih sesuatu yang penuh dengan manfaat. Dan sudah merupakan perkara yang ma’ruf diketahui bahwa penyakit ini tidak mendatangkan manfaat sama sekali bahkan kerusakan yang lebih besar. Apabila hati seseorang sudah dikuasai oleh penyakit ini, akalnya akan rusak dan dirinya akan selalu was-was, cemas dan khawatir. Bahkan mungkin akalnya sudah hilang seperti orang gila dan lebih dari itu apabila akalnya sudah hilang mirip dengan hewan yang tidak punya akal, bahkan mungkin keadaan hewan itu lebih baik dari orang itu. Ini merupakan fitnah dan salah satu sebab yang merusak hati. Ingatlah Allah jangan sampai Ia menjadikan hati kita keras untuk menerima kebenaran. Dan ketahuilah diri-diri kita terlalu hina untuk mencoreng ajaran agama ini. Camkan itu baik-baik ya akhi fillah…!
Saudaraku
Cobalah kau kenali siapa dirimu? Bagaimana pribadimu yang sebenarnya. Sungguh tak seorang pun bisa mengeluarkanmu dari posisi sulit itu. Namun ingatlah ketika engkau memohon pertolongan kepada Allah dengan hati yang tulus, jujur dan mau kembali kepadaNya, insya Allah akan dibukakan jalan keluar. Bukankah di balik kesulitan ada kemudahan. Inilah janji Allah dan sungguh Allah sekali-kali tidak pernah lalai dari janjiNya. Allah Maha pengampun bagi mereka yang bertaubat, beriman, beramal soleh kemudian istiqomah di jalan yang benar. Adikku percayalah jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah maka Allah akan menggantikannya dengan sesuatu yang jauh lebih baik. Yakinkanlah dirimu…
Dengan izin Allah, Ku yakin cepat atau lambat kau akan menemukan adikku yang hilang.
Wahai saudaraku
Dunia tidak selebar daun kelor, masih ada akhwat yang jauh lebih baik dan lebih suci dari wanita yang kau puja, hanya saja waktunya belum tepat untuk merasakan semua. Ada syariat yang mengaturnya. Dan jika kau tidak mau berjalan di bawah koridor syariat maka jadilah seperti binatang ternak, Itulah sebaik-baik permisalan. Dan ketahuilah kau tidak sendirian di muka bumi ini, seberat apapun masalah yang menimpamu sampai mengubahmu sedrastis itu, tidaklah seberapa bila dibandingkan dengan masalah orang-orang sebelum kita, banyak-banyaklah ambil pelajaran dari kisah Nabi Yusuf dan selainnya, yang justru mereka tetap tegar, sabar dan istiqomah di atas petunjuk para rosul sampai datang pertolongan Allah. Tidak seperti dirimu yang terlalu lemah… dan Barang siapa yang mengetahui jalan menuju Allah kemudian meninggalkannya serta memilih syahwat dan kelezatan dunia maka dia telah terjatuh dalam jurang kebinasaan, hatinya berada dalam penjara yang sempit, hidupnya menderita, lemah, bersedih dan berkeluh kesah. Kematian dan tempat kembalinya adalah kerugian dan penyesalan. Maka menangislah untuk kesalahanmu dan carilah keridhoan Robbmu
Adikku…
Ketahuilah ketika Allah tidak mengabarkan kepada kita perihal ajal-ajal kita, maka ingatlah hari-hari kita adalah penantian atas kematian, karena bisa jadi setelah detik ini kita dijemput kematian. Dan malaikat pencabut nyawa memang masih melangkah kepada orang lain, tetapi pada gilirannya ia akan datang kepada kita untuk mencabut nyawa kita, maka berhati-hatilah !!.
Saudaraku yang ku cintai karena Allah
Terkadang tanpa sadar kita telah menyakiti perasaan orang lain, itulah mungkin yang saya lakukan terhadapmu. Maafkanlah saya, semoga Allah masih terus berkenan memberikan hidayah dan rahmatNya juga keistiqomahan di atas jalan ini kepada kita semua…amien. Semoga Allah menyejukkan hatimu, menerangkan pikiranmu, membersihkan jiwamu dan mengangkat dirimu dari segala ketidaktahuan dan kekeliruan.
Wallahu a’lam bis showab
Wassalamu’alaikum warrohmatullahi wabarokatuh.
Dari
Seorang kakak yang mencintai adiknya karena Allah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar