Hm...lebaran perdana di jogja..
awal yangg cukup berat jika diingat-ingat,
Sementara ribuan kilometer di sebelah tenggara Sulawesi saudara-saudaraku sedang bergembira ria berkumpul menikmati suasana lebaran yg penuh dengan nuansa kebahagiaan, mempererat hubungan talisiloturohim bersama kedua orang tua dan keluarga tercinta..
Ada sedih terlintas dalam benak ini ketika mendengar suara takbir bergema di seantero negeri ini, lebaran kali ini aku lewatkan bersama teman-teman dari sulawesi yang bernasib sama denganku, mungkin bedanya mereka telah terbiasa dengan keadaan seperti ini, sementara aku...
Bersama teman, aku melewati malam lebaran di Parang tritis sambil menikmati jagung bakar, pengalaman unik yang baru aku nikmati, jika dibandingkan malam lebaran di kampung biasanya duduk di benteng keraton bersama teman dekat SMA sembari menikmati suasana langit kota Bau-Bau yang gemerlap dengan warna-warni kembang api layaknya malam tahun baru, suasana yang sangat berbeda...
Setelah sehari sebelum lebaran, aku sempat berwisata ke Taman Kaliurang
Udara yang sejuk menyambutku
Kawasan pegunungan hijau yang disuguhi hutan sangat elok di pandang mata.
Namun,sekalipun aku baru ke tempat ini ada perasaan yang entahlah, mungkin aku terlalu merindukan orang tua di sana, biasanya sehari sebelum lebaran aku menyempatkan diri membantu meringankan kerja bunda di dapur, mempersiapkan segala sesuatu untuk hari-H...
Malamnya ku masih terjaga dengan sedikit persiapan buat lebaran besok sementara badan ini perlu istirahat yang cukup,,, syukurlah ada abang dan teman2 kosan yang saling pengertian dan turut berpartisipasi...
Hari H lebaran....
Ada haru, senang, sedih, bahagia bercampur jadi satu ketika menghadiri sholat I'ed di Masjid kampus yang arsitektur memadukan kebudayaan Tionghoa, India, dan Jawa.
Beberapa jam kemudian,, kami berkumpul dan mencicipi makanan yang sudah siap saji. Alhamdulillah aku baru sadar kalau resep baru racikanku tidak mengecewakan, kebahagiaanku bertambah ketika mendengar suara my parents di telpon,, Suara yang sangat aku nanti-nantikan. Thanks Mom sapaamu masih sehangat dulu, selayak mentari yang selalu tersenyum ramah menyambut pagi..
Sekarang saatnya jalan-jalan ke Wonosari bersama teman2 tercinta...
Pemandangan sawah yang menyehatkan mata
Air terjun yang menyejukkan
Kawasan pantai yang tenang
Perjalanan dua hari ini seakan membius ku,, lebaran terasa seperti hari-hari biasa...
Terimakasih kawan untuk kebersamaan, pengertian dan solidaritasnya.
Aku bangga dan bahagia jadi bagian dari kehidupan kalian.
Danke Auf Wiedersehen...
Jika maaf itu bisa terucap hari ini, untuk apa menunggu hari esok atau lusa
Sedangkan hembusan napas pun kian memburu,
kita tak pernah tau kapan akan berhenti..
Untuk itu, Jangan pernah lelah memberi maaf
Dan janganlah lelah memaafkan orang lain,, karena sang Pencipta selalu datang dengan sejuta lautan maaf kepada hambaNya yang mau mengakui segala dosa dan kekhilafannya.. terus bagaimana dengan kita??
Telat di tulis...
Saat mata masih terjaga





Tidak ada komentar:
Posting Komentar