Sabtu, 12 November 2011

"Indahnya Caramu Mendewasakanku"

Di hadapanku… terbentang sebuah jalan panjang… Yang tak selalu lurus… tapi sesekali ada belokan tajam…
Jalan yang yang tak hanya dikelilingi bunga, tapi juga bertabur duri dan kerikil… Sesekali… kakiku tersandung… lalu aku terjatuh…
Tapi.. aku tak mau… memar di kakiku menjadi alasan untukku tak bangkit lagi berdiri…
Langit….
Bahkan tak selalu biru…. Terkadang mendung menjadikannya abu-abu…

Tapi… biarlah mendung menggantung…
Karena aku tahu… angin akan membuatnya berarak pergi menjauh dari langit biruku…
Ahh… ternyata…
Takdir Tuhan… tak selalu begitu…. Angin tak membawanya pergi….
Tapi… perlahan-lahan…. Kurasakan tetesan air… yang kemudian menderas….
Sakit….
Kurasakan tiap tetesannya mengenai wajahku…. Mungkin Tuhan ingin menghapus laraku… dengan hujan itu…
Walau terkadang aku tak selalu bijak… untuk bisa mengerti… Kalau ada kasih Tuhan… dalam tiap rintikan hujan…
Kembali aku mengaduh… berkeluh…. tiada henti…
Betapa kecil arti diri ini…. Bila tak kepadaMu aku berserah diri….
Lantas pada siapa lagi lisan ini berucap dan tangan ini menengadah….
Sungguh… aku tak pantas…. Sungguh… sudah sekian kali banyaknya kudustakan nikmatMu…. Rabbi…
Aku percaya…. Pada janjiMu…
Bahwa setelah tangisku… pasti akan Kau ukir senyum di wajahku…
Aku pun tahu…. Mendung menggantung dan hujan menderas… tak akan selalu ada di langit biruku…
Karena setelahnya…. akan Kau lukis pelangi… di kaki langit….
Dan dengan pelangi itulah… Kau tunjukkan ada sebuah keindahan menantiku setelah mendung dan hujan itu…
Kau lah sebaik-baik penawar dukaku… Penyembuh sedihku….
Terimakasih Rabbi…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar