Selasa, 01 November 2011

Kamar yang Bergejolak

Entah apa yang ku rasakan saat ini
Hatiku gelisah sejak mengenalmu hari itu
Aku tak bisa menghela rasa ini
Sungguh...

Sejujurnya ku telah jatuh cinta saat itu
Mengenalmu membuatku tenang menjalani hidup
Ku benar-benar mencintaimu
Ku tak tahu
Mungkin caraku mengungkapkan perasaan ini terlihat aneh
Tapi itulah,
Cinta telah membuat seseorang mengalahkan segala logika
Terserah kau menilai seperti apa aku
sungguh,
Ku telah meraup debu
Dan ku hisap demi kata itu
Ku tersedak karenanya
Karena rindu yang belum lebur
Maka siapakah yang mengira debu-debu rinduku hingga redam?
Rinduku telah menggunung salju
Karena tak seorang pun yang menyinarinya hingga cair
Bolehkah ku mereguk indah cinta bersamamu
Karena napas ini terisi selaksa desah rindu padamu
Maka bolehkah ku menjadi bulan purnama bagi langit hatimu
Bidadariku..
Entah mengapa hatiku gelisah setai bertemu engkau
Sayap hatiku retak
Mengepak ke semua penjuru
Tak kuasa menahan gejolak hati denganmu
Bidadariku
Meneliti setiap gurat wajahmu
Membuatku tak sempat memikirkan yang lain kecuali dirimu
Kau adalah wanita yang mencuri hatiku
Aku tercekat dalam bayangmu
Tak mampu keluar meski sejenak...


Saat malam mulai renta
Kamar inspirasiku, Yogyakarta.
Yang tercuri hatinya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar