Bagiku yang semakin hari semakin mencintainya
Ya..... Entah tak bisa kudefinisikan lagi
Kalaulah ini bukan cinta, lalu apa?
Sungguh...
Memilikimu adalah anugerah terindah untukku dalam persinggahanku
Sementara embun bertengger pada dahanku, dedaunan basa
Di saat mentari pagi malu-malu menyapa
Ya, kau...
Siapa lagi?
Tak perlukau tengok kanan kiri
Karena
Tenga dari lama aku menatap wajahmu
Yang indah itu
Hm...
Satu hal yang harus kau ketahui
Bahwa aku mencintaimu
bahkan lebih dari yang kau tau
Sungguh...
Allah Maha Baik
Karena Ia telah mengirimmu
Untukku...
Jogja, Di saat langit malam sepi tanpa bintang gemintang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar