Jumat, 11 November 2011

Renungan

Saudaraku...
Siapa yang akan menyolatkan jenazahmu kelak?
Apakah engkau sudah memilih orang-orang yang akan berdiri mengisi shof-shof di belakang jenazahmu untuk menyolatkanmu?
Pertanyaan yang mungkin terdengar aneh dan membingungkan
Apa mungkin kita memilih itu? Apakah kita pantas untuk memilih orang yang akan menyelamatkan kita?

Jangan gusar saudaraku, sabar… buka hatimu sebelum membuka mata dan telingamu!
Sudah menjadi kebiasaan bahwasanya yang akan menyolatkan jenazahmu adalah mereka yang engkau cintai dan teman-temanmu, bukankah begitu?
Sekarang coba lihat orang2 di sekelilingmu, lihatlah teman2 dekatmu, siapa diantara mereka yang pantas untuk menyolatkanmu?
Saudaraku, jangan menutup mata dari realita yang ada dan jangan sumbat telingamu dari nasehat yang berharga, bisa jadi kenyataan yang memang pahit & nasehat yang akan engkau dengar menyakitkan. Lapangkanlah dadamu semoga Allah ta’ala memberkahimu
Saudaraku, kita harus menelan pahitnya permasalahan ini, karena itu dari pada kita menelan akibatnya di hari kiamat, dimana tak mungkin lagi mengulangi kehidupan di dunia.

Saudaraku...
Siapa yang akan memandikanmu?
Siapa yang akan mengkafanimu?
Siapa yang akan mengangkat kerandamu?
Siapa yang akan menyolatkanmu?
Siapa yang akan meletakkanmu di liang lahat?
Siapa yang akan mendoakanmu?
Siapa yang akan berdiri di sisi kuburanmu, berdoa untukmu agar Allah meneguhkanmu ketika malaikat menanyaimu?
Jawablah wahai saudaraku!
Siapa yang akan menangisimu?
Apakah perokok itu?
Ataukah orang yang tidak mau tunduk dan sholat kepada Rabbnya ini?
Ataukah orang yang meninggalkan puasa dan zakat ini?
Ataukah orang yang bergelimang maksiat dan dosa besar?

Siapakah orang yang engkau inginkan menangisi kematianmu?
Apakah temanmu yang mengajakmu ke tempat-tempat minuman keras, ataukah orang yang mengajakmu ke majelis-majelis ilmu?
atau orang yang membukakan untukmu lembaran-lembaran mushaf Al-Quran?

Saudaraku!
Siapa teman dekat dan sahabat karibmu? Kami bantu engkau untuk memilih sahabat atau teman yang akan menyolatkan jenazahmu esok.
Rasulullah bersabda : “janganlah bersahabat kecuali dengan seorang mukmin dan janganlah memakan makananmu kecuali orang yang bertakwa
Beliau bersabda :” perumpamaan teman baik & teman buruk itu laksana berteman dgn penjual minyak wangi & pandai besi. Seorang penjual minyak wangi engkau bias membeli darinya atau setidaknya mendptkan aromanya. Sedangkan pandai besi akan membakar badanmu atau pakainmu atau engkau mendapatkan bau yang tidak sedap

Cobalah engkau renungkan buah dari persahabatan yang baik dengan orang yang baik di dunia sebelum manfaatnya di akhirat
Rasulullah bersabda : “ Tidaklah seorang muslim wafat, lalu berdiri menyolatkan jenazahnya empat puluh orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun melainkan Allah jadikan mereka sebagai syafaat baginya [HR. Muslim]


Saudaraku, kesempatan masih terbentang di hadapanmu
Tidakkah engkau melihat jenazah dan orang-orang yang berjalan mengiringi di belakangnya, keadaan mereka sama seperti keadaan si mayit. Bukan itu kenyataan yang ada?
Bahkan engkau melihat, orang yang mengantar jenazahmu ini bisa jadi tidak ikut menyolatkanmu, akan tetapi ia menunggu di luar masjid. Apabila orang selesai menyolatkanmu dia ikut memasukanmu ke liang lahat, bukankah ini realita yang menyedihkan yang kita saksikan? Bahkan engkau menyolatkan jenazah salah seorang temanmu yang engkau antar
Mungkin engkau akan menyatakan, lantas apa yang harus aku tempuh?
Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuha, semoga Robb kamu mengampuni dosa-dosamu dan memasukanmu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai

Ya Allah, tunjukanlah kami jalan yang lurus dan kumpulkan kami kelak di hari kiamat bersama para nabi, siddiqin, syuhada, orang-orang sholeh dan merekalah sebaik-baik teman..
Allahuma amiiiiin…………

Tidak ada komentar:

Posting Komentar